Selasa, 01 Oktober 2013

Finished.

正式に私はケースを閉じた。他の混乱はありません。すべてを終了する時間がそれです。

Rabu, 24 Juli 2013

Berserak?

Puzzle ini sudah lengkap, namun masih berserak. Semoga Tuhan selalu mendekatkan rahasia (perasaan) pada jawabannya.

Puzzle

Persoalan ini memang tidak selalu sederhana. Tidak sesederhana mengambil benang merah dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya. Persoalan ini memang tidak pernah sederhana. Tidak ada yang berani mengambil resikonya.
Aku tak punya kendali untuk urusan ini.
Aku terpaku pada tulisanku sendiri. Tulisan yang baru selesai akhir-akhir ini. Bukankah niatku menulis memang untuk menjadi pengingat dan alarm hati?

Aku tak punya kendali untuk urusan ini.
Aku butuh logika orang lain untuk menyadarkanku dari mimpi. Untuk menamparku agar angan ini tak terlalu terbang tinggi.

Diam. Sediam yang aku bisa. Tugasku terhadapmu hanya cukup pada batas mengenal, bukan menilai. Aku tak ingin menilaimu dengan rumus kelebihan dikurangi kekurangan ataupun sebaliknya karena hatiku tidak akan menerima jika kamu ‘defisit’ kelebihan. Tak ada rumus yang ideal untuk menilai seseorang, maka tugasku memang hanyalah sebatas mengenal. Biarkan Tuhan yang menilai.

Tak perlu merasa sakit dan cemburu. Ini urusanku. Kau memang tak perlu tahu.

Senin, 08 Juli 2013

Rumit

Terkadang persoalan ini rumit sekali. Mungkin rumit karena hati yang sempit. Perasaan itu sering muncul. Aku merasa belum ada apa-apanya daripada para pendahuluku. Aku pikir aku bisa menemukan diriku dalam passion ini. Tapi ternyata setengah tahun terlewati dan jawabannya masih 'tidak'.
Aku masih sering bingung mengatur semuanya. Partner-partnerku orang sibuk luar biasa. Aku punya target pencapaian tinggi, pun dengan mereka. Bahkan target pencapaian mereka lebih tinggi dariku. Tak sedikit pun aku ingin melalaikan amanah ini. Allah tahu aku kuat, aku bisa. Tapi perasaan ini sering muncul. Aku memang belum ada apa-apanya. Aku tahu aku harus banyak bertanya, namun kemudian terdistraksi banyak hal tentang berbagai capaianku dan capaian mereka.
Sungguh sebenarnya aku belum ter-upgrade setelah upgrading kemarin. Pertanyaan yang terus ada di benakku adalah, aku harus bagaimana?

Ya, aku memang belum bisa berbuat banyak.

Sabtu, 29 Juni 2013

:")

Aku akan menjadi sebaik-baik diriku. Sebaik-baik pribadi yang aku bisa.
Semoga Allah ridhai.
Semoga Allah mempertemukan umurku dengan Ramadhan tahun ini. Memperbaiki Ramadhan tahun kemarin dan kemarinnya lagi. Semoga bisa khatam Quran dengan baik. Tadaburi. Bukan sekedar lisan, tapi tak ada di hati. Semoga bisa terus lurus niatnya di Mari Mengajar #2 nanti. Semoga bisa diberi kesempatan beri'tikaf di 10 hari terakhir bulan suci. Kalau bisa, satu keluarga lebih baik lagi :")

Aku akan menjadi sebaik-baik diriku. Sebaik-baik pribadi yang aku bisa.
Semoga perjalananku ke Jepang nanti menjadi sebaik-baik perjalanan yang Allah beri selama 19 tahun hidupku ini. Semoga perjalananku ke Jepang di Agustus tahun ini menjadi perjalanan yang penuh kebersyukuran, tanpa kesombongan dan riya di hati. Semoga perjalananku nanti menjadi perjalanan penuh pembelajaran untuk Islam yang lebih baik lagi. Semoga bisa menjadi pribadi yang mandiri, punya arti untuk profesi sendiri :")
Semoga.

Setiap jejak ini, semoga Allah ridhai.
Aku hanya perlu meyakini.

Rabu, 26 Juni 2013

Nocturnal

Terus, cuma bisa liatin doang, si bulatan hijau kecil itu? How much time that you spend?
Cowardly, you just see it and doing nothing. Loh? Tapi emang apa yang harus aku lakukan? Memang tidak ada. Memang seharusnya tidak ada. Aaaaaaargh.

*maaf absurd. frustrated belajar nutraceutical.

Senin, 03 Desember 2012

Senja yang sempurna

Dan semuanya akan terasa istimewa juga sempurna saat kita melihatnya dari sudut pandang yang sederhana dan penuh kebersyukuran. Seperti saat ini. Saat alam mulai menyambut senja. Senja yang sempurna. Berkolaborasi dengan matahari terbenam di horizon barat sana. Menyaksikan kemenangan kita bersama.

Minggu, 09 September 2012

Sangkaan yang baik :)

Hidup itu tentang bertahan pada sangkaan yang baik, bahwa someday akan ada something yang awesome.
(Achmad Lutfi)


...and someone yang handsome, mungkin?
Haha #random 

Jumat, 31 Agustus 2012

Tega sekali buku ini

Tidak ada yang salah dengan malam ini. Hanya saja tiba-tiba hasrat menulis itu datang lagi, membuatku tidak konsentrasi menonton film, membaca novel, atau bahkan menikmati hujan dan menghirup wangi tanah setelahnya.

Tega sekali buku ini. Menyebut namamu berkali-kali. Membuat munculnya gempa di hati.
Sama halnya saat tiba-tiba aku menemukan cerpen di tumblr, terpesona dengan cara sang penulis menggambarkan siapa pemeran utama dalam cerita itu. Hanya beda satu huruf. Dalam cerita itu, sepertinya penulis berbakat itu cadel. Haha. Tapi, apa peduliku? Yang penting deskripsinya sama.
Tapi sebenarnya inti tulisan ini bukanlah itu. Sedikit random? Biarlah. Sepertinya aku sedang sedikit gila.

Dan satu buku lagi.
Kali ini sang penulis berhasil membuat aku mengelilingi kota penuh kenangan itu. Biar saja apa kata orang tentang kota yang penuh kepenatan dan surga kemacetan itu. Yang penting aku selalu punya kesan yang sama. Selalu menarik.

Tidak lupa buku terakhir.
Alur ceritanya sungguh sangat simpel. Aku cukup terkesan dengan kalimat terakhirnya.

Apa maksudnya sih semua ini? Buku-buku yang aku baca bukannya menghilangkan segala memoar, malah membangkitkannya kembali, memberi ruang yang lebih luas...hingga gumpalan istimewa yang selalu diistimewakan itu semakin mengakar, sulit ditebas.
Baiklah.

Senin, 27 Agustus 2012

Jadi, apa yang punya jarak?

"Dan kekalahan adalah tanda bahwa kita harus memperbaiki diri."

Saya tidak sedang merasa kalah. Hanya sebagian kecil sekali dari hati saya yang bilang kalau saya kalah. Tidak. Saya baik-baik saja. Dunia itu bulat. Sehingga apapun bisa terjadi.

Ini dekat. Sungguh sangat dekat. Saya adalah sang pusat waktu, dan kau ada di titik arah jam 2. Jarak ini tak pernah berbeda. Mungkin pernah lebih jauh dari arah jam 2, tapi tak pernah lebih jauh dari jarak 2 jam. Kau mengerti? Saya yakin tidak.

Jadi, apa yang punya jarak?

Saya, dengan segenap rasa rindu. Mungkin benar adanya. Merindu adalah satu-satunya cara untuk menciptamu dalam maya. Maya yang nyata. Senyata rasa sakit setelahnya.

Always like this?

Dan selalu saja ada momen untuk mengembalikan semua memoar itu. Aku tidak menyesal. Hanya saja, ini menyesakkan.

Senin, 20 Agustus 2012

A.R.G.H

Tuh kan tuh kaaaaaaaaaaaan.
SATU hal konyol, LAGI! *tepokjidat*

"Ya ampun, barbar!"

Haaaaaaaaaaaaaaaa ampuuuuuuuuun, maafin gueeeeeeeee :((((

Rabu, 08 Agustus 2012

What a zonk-hectic-chaos day!


Zonk. Hectic. Chaos.

What a zonk day. What a hectic day. What a chaos day!

Oooooooooh God, rasanya saya pengen teriak sekenceng-kencengnya, meluapkan semua ke-hectic-an hari ini yang sungguh ngga kira-kira. Huft. Baiklah. Mungkin ini teguran langsung buat saya yang 3 hari belakangan ini udah mulai males-malesan ngejar amalan yaumiyah Ramadhan, padahal target-target itu udah kepampang jelas di pintu dapur kontrakan. Ampuni aku ya Rabb.

Well, should I tell the world how chaos the day was? It was exceptionally rioting. Wuh.

Sebelomnya saya ga pernah nyangka, hari se-zonk ini bakalan muncul di tengah-tengah kedamaian hari-hari Ramadhan saya. Target-target sudah disusun sebaik dan se-unyu mungkin, demi Ramadhan yang penuh CINTA. Ngga kayak Ramadhan tahun lalu, saat saya ngerasa kering banget dan demi apapun deh, nyesel senyesel-nyeselnya ngelewatin Ramadhan kali itu tanpa pencapaian ibadah yang sedikit saja meningkat. Justru malah menurun. Drastis. Semua itu gara-gara *piiiiiiiiip* *sensored*
I took a deep breath. I don’t want the day like this anymore.

Hari ini, 03 Agustus 2012.

Dear catatan sepanjang masa...

Hari yang ultra-chaos ini dimulai dengan saya dan ke-3 teman kontrakan saya yang bangun kesiangan. Padahal semuanya puasa. Yang pasang alarm 2 orang. Tapi entah kenapa, kita bangun jam 04.42, beberapa detik sebelum adzan Shubuh berkumandang. Aaaaaaaarrrgh. Saya bangun udah kayak zombie. Biasanya ada menit-menit saat bangun pagi buat ngumpulin nyawa, tapi pagi ini ngga. Saya bangun udah kayak orang kesurupan. Dan mendadak pengen pingsan pas denger lafadz “Allahu akbar” mulai berkumandang dari masjid entah dimana. Dengan nelangsa, saya nanya sama Nisa: “Masih boleh minum ga?” Nisa jawab boleh. Seketika saya minum segelas air. Ditenggak dengan tampang ga karuan, bener-bener kayak zombie. Wooohooo. Sebenernya ga masalah-masalah banget sih kalo saya ga sahur. Tapi tiba-tiba aja kebayang hari ini tuh bakal penuh banget sama berbagai aktivitas di kampus. Mulai dari kuliah farkol, rapat, ngelompokin ini itu, bikin surat-surat, dan semacamnya yang jelas sekali menambah ruwetnya hidup saya hari ini.

Lalu apa? Saya cuma bisa pasrah. Langsung tergeletak tak berdaya (lagi) di atas kasur, meratapi betapa ngga-banget-nya hidup saya pagi itu. Udah mana ngga sholat tarawih gara-gara semalem niatnya mau tahajud, eh nyatanya malah kesiangan. Boro-boro buat tahajud, sahur aja cuma makan air putih 2 tenggak. Wuft. Nyesel. Merasa sangat bersalah. Merasa mengkhianati target sendiri. Merasa nista.


Itu baru permulaan.
Pukul 07.15 Waktu Indonesia Bagian Kontrakan.

Saya asyik sendiri di depan laptop, menikmati membuat surat-surat undangan dengan versi baru. Nisa asyik sendiri (juga) di depan laptopnya, menikmati membuat nomor-nomor kelompok dengan font yang gendut-gendut. Foni dan Sani dateng ke kontrakan. Mereka mau ikut nge-scan tugas. Lalu dimulailah ke-hectic-an kedua hari ini...

Nisa membuka penutup scanner yang nyatu sama printernya. Seketika kita kaget, sekaligus geli dan jijik ngeliat banyak banget-banget semut di dalem scanner itu. Ya ampuuuuuuun, udah ga paham lagi apa yang semut-semut itu cari di dalem kaca scanner. Emangnya scannernya manis ya? Sepertinya sudah terlalu banyak mutasi di dunia ini. Sampe semut pun suka ngerubungin scanner.

Sumpah demi apapun itu pemandangan scanner menjijikan banget. Saya merinding ngeliatnya. Itu semut asli banyak sekaleee. Kejijikan pemandangan itu ditambah dengan adanya bintik-bintik putih yang –sepertinya- adalah telur-telur semut itu. Hoek. I gonna yack.

Alhasil, Foni sama Sani ga jadi nge-scan di kontrakan. Saya sama Nisa minta maaf, mereka berdua juga minta maaf. But, the reason of this rioting day isn’t both of you. Santai saja. Ini hanya masalah kecil yang jadi bumbu, ga seberapa.

Saya sama Nisa pun sibuk ngebersihin sebisa kita. Tapi ga berhasil. Terpaksa printer itu harus masuk rumah sakit, kasih ke ahlinya sajalah.
I took a deep breath (again).


Pukul 08.00
Saya beres mandi. Nisa masih berkutat dengan laptopnya, berusaha menyelesaikan amanahnya pagi itu, meski dengan tampang yang sudah cukup kusut dan ga karuan, mukena belum dilepas, nelangsa gara-gara internet ga jalan, dan printer yang ga connect tiba-tiba. Itu artinya dia harus ngeprint tugasnya di luar, ga di kontrakan.

Penderitaan belum berakhir ternyata.

Data yang mau diprint ga bisa dipindahin sementara kita ada kelas jam 10, dan Nisa harus rapat dulu jam 9. Entah ada error apa sama laptop Nisa, yang pasti ga ada satupun data yang bisa dipindahin ke flash disk. Mungkin ini semua akibat dari kebarbaran dia nge-uninstall banyak program dari laptopnya. Huft. Inhale-exhale-inhale-exhale. Untung dengan sigap saya punya ide buat masukin data itu ke email aja, mumpung ada modem Maira yang tergeletak di atas karpet. And you know what? Nunggu proses attachment data di email pake modem dengan keadaan super duper hectic itu rasanya...
Tiba-tiba proses attachment itu gagal. Argh. Gue banting juga tu laptop.

Persentase kesabaran saya pagi itu masih 90% ternyata. Laptop ga jadi saya banting, saya coba lagi nge-attach. Akhirnya berhasil. Ya Allah, ampuni hambaMu ini ya Allah.
Baaaiklaaaaaaaah.


Pukul 11.15 Waktu Indonesia Bagian Gedung PPBS.
Mungkin jam segitulah kekacauan hidup saya hari ini mencapai puncaknya. Saya nangis. Saya cengeng, saya akui itu. Tapi semua tangisan itu kebanyakan bukan karena saya sedih, tapi 90% karena kesal. Kesal karena merasa tidak dianggap, kesal karena mereka yang tidak mengerti atau memang tidak mau mengerti, kesal karena ucapan mereka yang benar-benar...aaargh no word to explain it!

Saya ga bisa nahan buat ga nangis. Dasar anak kecil. Ya, saya tau itu. Tapi saya ga peduli. Daripada saya gila nahan semua kekesalan ini, mending saya meraung-raung di kelas. Dan benar, saya melakukan itu. Kesal to the max!
Sekali lagi, ampuni hambaMu ini ya Allah. Ampuni atas segala keberlebihanku memandang sesuatu.


Pukul 11.45 Waktu Indonesia Bagian Arboretum.
Mood saya benar-benar sudah hilang untuk rapat siang itu. Saya memaksakan diri. Berharap rapat yang biasanya menyenangkan itu bisa mengusir mood jelek saya gara-gara beberapa menit yang lalu. Tapi nyatanya tidak. Ada tragedi di siang itu yang membuat ke-chaos-an hari saya semakin sempurna.
Singkat cerita, saya duduk di dekat sebuah lubang di rerumputan arboretum. Dulu pas acara makan-makan angkatan 2011 saya juga pernah duduk deket situ dan saya baik-baik saja. Tapi kali ini tidak. Ternyata lubang itu adalah basecamp-nya kodok-kodok super menjijikan. Bisa dibayangkan, betapa amat sangat tidak mungkin saya tidak teriak. AAAAAAAAAAAARRRRRGGGGHH! Mungkin mulai saat ini, saya fobia pada kodok. Sekian.
Wallahi, saya merinding.


That was a big trouble day. Full of surprise. May Allah forgive me, for every complaint I said today. Thanks Allah, for reminding me as soon as possible. So that, will never ever be there the day I wasted during this holy glory month.


Karena segala keluhan ini, segala tangis ini, akan selalu berlalu.
*Memorable, but I don’t wanna repeat it again. Cerita memilukan ini diketik dengan segala sisa-sisa tenaga yang tersimpan. Hari yang panjang dan melelahkan. 

Jumat, 13 Juli 2012

Good days are here again

Good days are here again.

Thanks, Allah. For this one happy moment (again). It always always always be there something to be thankful for :)

"Tuhan tak pernah bermain dadu; termasuk dengan siapa kita bertemu..."

...dan dengan siapa hati ini berpadu #eh


Rabu, 11 Juli 2012

Daydream?

Things change so fast.

Welcome, Annisa Noor Insany :)
Selamat datang di dunia baru, dunia kontrakan. 
Selamat datang kebarbaran baru.
Selamat datang suasana baru, atmosfer baru.
Alrite, sekarang kita fair. Dua orang dengan golongan darah O dan dua orang dengan golongan darah B.

O dan B is for Orang Barbar. Hehe :D

Stay happy. Your friends are always surround you :)

Jumat, 06 Juli 2012

And if

Jika inginmu tidak sesuai dengan ingin-Nya, biarkan ingin-Nya menjadi skenario terbaik dalam hidupmu.
Biarkan tangisan mengobati kekecewaanmu, bukan kecewa terhadap-Nya, namun kecewa karena kamu belum mampu berjalan di atas ingin-Nya.


Ukhti Zahra Khaliza via Ukhti Sella Marselyana

Flashback :)

Bismillah.
Pukul 18.30 waktu Indonesia bagian laptop saya :)

Tidak ada yang begitu istimewa hari ini. Selain 2 kali kuliah farmakologi dan saya ga roaming *bangga*, juga rapat integrasi mabim dan tawaran menjadi pementor. Hoaaah, baiklah. Hal terakhir yang saya sebutkan sebenernya bikin saya shock pagi-pagi buta. Saya baru bangun dan langsung shalat subuh, kemudian melihat hape (seperti biasa), melihat 3 sms masuk dimana salah satu sms itu berhasil 100% bikin saya melek dan ga mau tidur lagi. SMS dari kakak kelas saya, Teh Wiwid. Isinya simpel, hanya sebatas ucapan selamat bahwa saya diamanahi sebagai pementor untuk mabim 2012. Tapi saya sudah bisa membayangkan, betapa amanah ini akan menjadi bumerang jika hati saya terlampau buta, betapa amanah ini berat..mengingat posisi saya yang begitu 'kecil' dan pengetahuan agama saya yang masih dangkal. Tapi ternyata, memutuskan menjadi pementor bukanlah hal yang harus digalaukan. Karena tiba-tiba bisikan hati nurani saya terdengar begitu jelas, there are two writers on your shoulder, so which one are you keeping busy for? Saya pun memutuskan untuk mencoba jalan ini. Bismillah. Allah akan selalu membimbing saya dan tidak akan pernah meninggalkan saya.

Yaa...hari ini bukan milik saya saja. Tapi juga milik mereka yang sedang tegang-tegangnya menanti pengumuman tes paling bergengsi di Indonesia, SNMPTN.

Saya pun ikutan tegang. Entah kenapa. Rasanya seperti terseret lagi ke masa sekitar 1 tahun yang lalu. Ba'da maghrib saya baca Quran dulu sambil nangis. Saya cengeng banget memang. Tapi yaa mau gimana lagi, itu galau udah nyampe stadium akut dan tinggal Allah-lah yang jadi sandaran saya. Sandaran yang kuat, yang -sekali lagi- tak akan pernah meninggalkan saya.

Biarkan saya mengenang masa-masa itu lagi. Saat saya ternyata harus diam tak tahu mau berkata apa, sampai akhirnya tangis saya pecah berkeping-keping (mungkin kepingannya sampai 1 nano). Saat saya cuma bisa meluk ibu saya dan ga mau saya lepas saya tangisan saya berakhir. Saat saya udah ga peduli lagi adik-adik saya bingung dan heran, bertanya-tanya kenapa kakaknya nangis sekejer ini. Saat saya -akhirnya- putus asa, menerima kenyataan, setelah berkali-kali log in dengan nomor dan password yang sama. Saat saya -akhirnya- harus bangun dari mimpi, melihat ke depan lagi, berjuang sekuat tenaga lagi meski galau tak mau pergi setiap pagi.

Tapi -sekali lagi saya katakan-, Allah masih tetap bersama saya.
 
Ia masih membimbing saya hingga saat ini, dan akan tetap terus membimbing saya.
Ia memperkenalkan saya dengan alam Jatinangor yang tak jauh beda dengan suasana di kaki Gunung Karang. Membuat saya terkesan dengan kenyataan bahwa seakan Cahaya Madani adalah miniatur dari Universitas Padjadjaran. Kemiripan trek jalanannya, masih ada ilalang, di bawah kaki gunung, dan kalo malam bintangnya bertebaran.
Ia mempertemukan saya dengan teman-teman yang luar biasa. Teman-teman satu kontrakan yang mengajarkan saya memahami Islam lebih sempurna, memahami hidup lebih sederhana, dan memahami hati secara lebih bijaksana. Teman-teman satu kelas yang tak kalah luar biasa, yang tak kalah cuek seperti halnya Algebra Titania. Teman-teman satu angkatan yang juga luar biasa. Pharmaddiction buktinya :)


Hey Farmasi Unpad 2011, proud of being a part of you. Will unite us no matter what :D
 

talk less, do more

Oh, jadi gini rasanya ikut SP ke atas~

Awalnya galau mau pilih matkul apa. Dosen wali saya sih setuju-setuju aja mau pilih matkul apapun. Beliau sendiri yang bilang kalo semuanya bagus. So, terpilihlah biomol featuring farkol.

Sampai saat ini, sudah hari ke-5. Dan empat hari sebelumnya, banyak sekali 'motivasi' yang bikin saya dan temen-temen saya greget untuk menunjukkan sebuah pembuktian. Alhasil, belajar setekun-tekunnya adalah solusinya.

Saya tau ini tidak mudah. Dibilang nekat, malah. Tapi yaaa...ini sudah jadi pilihan. Setiap pilihan ada konsekuensinya. Kami siap.

Baaaiklaaaah. Se-ma-ngat! (งˆ▽ˆ)ง

This notes is dedicated to me myself, Nur Chumaira, Terry Terrawati, Annisa Noor Insany, Afrizki Dinurfitri, Agis Maulana, and Hendry. 


"The happiness of your life depends on the quality of your thoughts."
Stay happy, keep smile mantemaaaans~

Sabtu, 30 Juni 2012

Jakarta

Satu-satunya cara menikmati Jakarta adalah dengan meninggalkannya untuk sejenak.” 
-Trinzi Mulamawitri

Perjalanan pulang dari Bandung menuju Banten ataupun sebaliknya, selalu memberi kesan tertentu :)

Minggu, 24 Juni 2012

You can call me rain

You can call me rain for all I seem to do is always fall for you.


Semua serba salah. Sebal. Kesal. Kalo gini terus, kenapa Anda memilih saya?